SELAMAT DATANG DIBLOG YAYASAN NURUL IKHWAN KONSESI BLOGNYA KREATIF MENGINSPIRASI

Minggu, 13 November 2016

Nasehat yang membawa berkah

Oleh : Zuhri Aulia
( Siswa Kelas X MA Nurul Ikhwan Konsesi )

            
Pada bulan 8 tahun 2012, tepatnya awal saya menginjakkan kaki disuatu tempat yang dipercaya oleh orang tua saya yang dapat merubah saya menjadi lebih baik lagi dan menjadi manusia yang berguna bagi semua orang. MTS NURUL IKHWAN KONSESI , Suatu tempat yang penuh dengan pengetahuan yang bermanfaat dan suatu tempat yang dahulu ku ragukan namun kini kubanggakan.
             Asal kalian tahu, awal nya saya tidak ingin sekolah disini karena saya berpikir kalau saya sekolah dikampung sendiri saya tidak akan mempunyai teman. Namun orang tua saya berkata tujuan sekolah itu untuk mencari dan menambah ilmu pengetahuan bukan teman. Mendengar kata-kata orang tua saya , akhirnya saya meng-ia kan kata-kata orang tua saya dan akhir nya saya sekolah di MTS NURUL IKHWAN K0NSESI. Pada saat saya masuk disekolah ini sekolah ini sangat jauh dari kata sempurna dan fasilitas sekolah pun belum memadahi. Namun berkat kerja keras kepala sekolah dan guru-guru akhir nya sekolah kami diperbaiki dan menjadi lebih baik lagi. Dan menjadi kebanggan konsesi.
            
Tiba pada saat yang tak pernah kuharapkan. Saat kakak kelas mendatangi kami anak kelas VII kami disuruh menghormati mereka dan tunduk saat bertemu mereka, kami pun memenuhi kemauan mereka dan berlangsung sampai saya kelas VIII. Sampai ada guru yang berkata ‘’jika kita ingin dihargai kita harus menghargai orang lain juga’’. Saya berfikir kenapa kakak kelas ingin dihargai namun mereka tak perna menghargai kami. Namun itu hanya sekedar kata hati saja saya tak berani menggatakannya kepada kakak kelas, saya berharap mereka akan berubah untuk menghargai kami sebagai adik kelas juga. Dari saat itu saya tak tertunduk lagi kepada mereka sebagai tanda menghormati, saya hanya melempar senyuman sebagai tanda menghormati dan menghargai. Dan akhirnya kakak kelas mengerti semua itu dan mulai menghargai kami sebagai adikan kelas mereka dan menjadi tauladan bagi kami. Bahagia dan kedamaian akhirnya datang setelah adanya sindiran teguran dan kritikan yang ada.

         KEDAMAIAN YANG ADA DINURUL IKHWAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar