Siswa Kelas X MA Nurul Ikhwan Konsesi
Di saat pertama kali saya masuk di
Nurul Ikhwan Konsesi. Saya melihat lokal dan kapasitas yang belum memadai saya
mengingat Nurul Ikhwan sebelum bangkit menjadi sekarang. Sangat jauh sekali
sebelum Nurul Ikhwan konsesi di rehap kapasitasnya tidak memungkinkan dan tidak
memadai tetapi dengan pantang menyerah. Kepala sekolah dan pengurus Nurul
Ikhwan pun berusaha untuk membangun Nurul Ikhwan untuk menjadi lebih baik.
Alhamdulilah atas rahmat dan ijin
Allah SWT. Akhirnya pembangunan Nurul Ikhwan konsesi menjadi lebih baik lagi
yang tadinya masih belum memungkinkan dan sekarang menjadi sekolah yang layak
dan sangat-sangat memenuhi kapasitas sekolah. Kelas yang telah di keramik
dan banggunan yang telah permanen dan kipas
angin yang sudah ada di setiap kelas. Kami belajar tidak menggunakan sepidol
melainkan menggunakan peroyektor
Nurul Ikwan adalah Sekolah saya di Nurul Ikwan memiliki
banyak cerita Suka maupun duka,tapi saya tetap senang sekolah di Nurul Ikwan di
saat saya masuk sekolah di Nurul Ikhwan saya sedikit takut karena saya masih
polos, dan saya banyak memiliki perubahan yang sangat pesat di saat saya masuk
sekolah di Nurul Ikhwan saya merasa perubahannya.
Saya sangat
berbahagia masuk sekolah di nurul ikhwan, setelah saya tamat saat Kelas 9 saya
bingung mau masuk sekolah di mana tapi saya tau sekolah yang baik yaitu di
Yayasan Nurul Ikhwan Konsesi ,saya ingin membanggakan sekolah saya Nurul Ikhwan.
Alhamdulliah saat ini sekolah kami memiliki kemajuan yang sangat pesat. Saya
pun sangat senang sekolah kami menjadi bahan percobaan teknologi oleh
Djalaluddin Pane Foundation dari Jakarta. Dan setiap rabu dan kamis guru guru
kami diajari oleh mereka selama 6 bulan,
supaya kami dan guru guru kami tidak gaptek dan kami juga.
THE FAMILY OFF MTS/MA NURUL IKHWAN KONSESI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar