Berikut percakapan seorang guru
dengan muridnya tentang ikhlas dan lapang dada.
Guru :
Tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok gula, apa yang kamu
rasakan?
Murid :
Rasanya manis, guru.
Guru :
Lalu yang aku beri satu sendok garam, bagaimana rasanya?
Guru :
Waduh, kalau yang itu benar-benar asin rasanya.
Lalu sang Guru mengajak murid
itu menuju ke telaga yang airnya sangat jernih, lalu menaburkan satu sendok
gula, satu kemudian….
Guru :
Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan?
Murid :
Segar bangeeeet, guru.
Kemudian Guru menaburkan satu
sendok garam ke dalam telaga itu dan…..
Guru :
Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya?
Murid :
Tetap segar, guru.
Guru :
Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang
hatinya jembar, luas dan penuh dengan rasa syukur.
Maka lapangkan hatimu dengan
ikhlas, syukur dan selalu sabar dari segala apa yang terjadi pada dirimu,
karena itu yang terbaik dari Tuhan untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar